Tandaseru — Rapat paripurna Ranperda RPJMD tahun 2025-2029 dan persetujuan bersama rancangan Perubahan APBD tahun 2025 dan penyampaian ranperda tentang perubahan kedua atas Perda Nomor 3 Tahun 2016 tentang pembentukan susunan perangkat daerah kabupaten Pulau Morotai diwarnai insiden, Rabu (1/10/2025). Wakil Ketua II DPRD Erwin Sutanto mengancam bakal walk out lantaran Bupati Rusli Sibua tak hadir dalam paripurna tersebut.

Sebelum paripurna dimulai, Erwin melayangkan interupsi mempersoalkan ketidakhadiran bupati.

“Hari ini kita melakukan pembahasan mengenai RPJMD yaitu bagimana dokumen perencanaan pembangunan daerah tahun 2025 sampai 2029 yang menggambarkan bahwa di situ ada visi dan misi bupati dan wakil bupati. Saya perlu tegaskan, sebagai catatan bahwa selama ini Bupati Morotai tidak pernah hadir dalam rapat paripurna. Mohon maaf saya tidak tahu kepentingan pak bupati keluar daerah. Jadi agenda seperti ini harus menyesuaikan dengan jadwal pak bupati, tapi anehnya pak bupati keluar daerah malah kita melaksanakan sidang paripurna,” ujar politikus Partai Solidaritas Indonesia itu.

Wakil Bupati Rio Christian Pawane yang mewakili Bupati Rusli Sibua pun menanggapi pernyataan Erwin.

“Pak bupati tidak hadir karena beliau sedang menemui investor dari Jababeka untuk mengembangkan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di kabupaten Pulau Morotai, karena pertemuan dijadwalkan di Ternate,” bebernya.

“Harusnya kami pemda minta pertemuan di Morotai, sebab pak bupati juga ingin hadir di agenda paripurna yang sangat penting ini. Cuma karena keterbatasan akses sehingga pak bupati tidak sempat hadir paripurna hari ini,” jelas Rio.

Sementara anggota DPRD Zainal Karim menyatakan kehadiran wakil bupati yang mewakili bupati sudah sangat memenuhi ketentuan.

“Dalam konteks memberikan kewenangan kepada wakil bupati. Itu artinya, jika yang hadir adalah wakil bupati maka sama saja pak bupati yang hadir. Kalau kemudian yang hadir adalah asisten, maka itu saya tidak setuju. Jadi paripurna hari ini harus berjalan,” cetusnya.

Senada, Ketua Fraksi Gerindra Sukri Hi Rauf menyatakan bahwa bupati dan wakil bupati adalah satu paket.

“Perlu diketahui bahwa pak bupati juga punya agenda penting untuk daerah ini sehingga mendelegasikan wakil bupati untuk rapat paripurna hari ini. Berkaitan dengan sikap Fraksi PSI atau Wakil Ketua II, saya kembalikan ke mereka jika mereka menganggap ini tidak rasional silakan teman-teman kalau mau pilih walk out, tetapi Fraksi Gerindra menegaskan rapat paripurna hari ini tetap berjalan,” pungkasnya.

Rapat pun akhirnya tetap dilaksanakan, di mana Fraksi PSI tampak tidak melakukan walk out.

Sahril Abdullah
Editor
Irjan Rahaguna
Reporter